Header Ads Widget

Responsive Advertisement

SDM suatu hal yang harus diantisipasi agar menjadi pemenang di dunia digital

[AURABERKAH.INFO] Jakarta - Perkembangan sekarang sudah masuk dunia faktual yang baru dimana terjadi percampuran antara dunia maya dan digital. Yang akhirnya masuk ke dunia baru yang disebut dengan dunia maya yang disebut dunia metaverse yang merupakan sebuah komunitas baru untuk saling menyapa dan berinteraksi. Yang paling berbahaya adalah ketika kita secara implisit dalam pembelanjaan karena tidak sadar telah melakukan pembayaran uang secara virtual.

Menurut Wakil Ketua DPR RI, Muhaimin Iskandar, dalam acara Forum Digitalk yang diselenggarakan Ditjen IKP Kominfo bekerja sama dengan Komisi I DPR RI, yang bertemakan “UMKM Naik Kelas : Pemanfaatan Teknologi Komunikasi Untuk Pengembangan Usaha UMKM", Kamis (15/6/2023).

Selain itu menurutnya, seperti sekarang seperti dunia maya yang sepertinya gratis tapi sebenarnya sudah menghabiskan uang kita karena kita harus membeli kuota dalam menikmati pelayanannya. Tapi hal ini memang sudah menjadi bentuk kehidupan baru yang bisa jadi memudahkan kita dan perlahan-lahan mulai mengubah mata uang baru sebagai alat tukar seperti crypto. Hal ini adalah fakta yang harus kita siapkan dengan baik agar tidak menjadi boros karena kita harus menjadi orang-orang yang produktif di dunia sosial media ini. Hal-hal yang harus diantisipasi agar menjadi pemenang di dunia digital ini yaitu pertama adalah SDM, kualitas teknologi hal ini harus dipikirkan oleh negara agar masyarakat menjadi aktor bagi sosial media yang produktif dan bukan konsumtif.

Ia menjelaskan, paket-paket pendidikan Indonesia harus mengakomodir hal ini baik secara ekonomi, agama, sosial budaya dan seni yang menjadikan komunitas yang paling menggiurkan untuk masa depan. Yang kedua adalah teknologi dimana harganya tidak murah untuk itu diperlukan infrastructure yang mendorong kapasitas internet kita sehingga masyarakat mampu mengakses secara mudah dan murah. Selain kapasitas teknologi juga harus ada infrastruktur teknologi sehingga masyarakat bisa memaafkan dan bisa secara inovatif mampu memanfaatkan hal ini. Yang terakhir adalah konten yang merupakan kemampuan kita untuk mengisi hal-hal yang berkaitan dengan cara bersaing dengan kompetitor yang lainnya. Semuanya harus melek digital harus bisa diakses dengan baik.

Hal ini disebut dengan inovasi ilmiah kita yang harus diperbanyak karena semua masyarakat memiliki kesempatan yang sama dimanapun tempatnya. Pengguna Indonesia sudah lebih 2 juta pengguna sehingga menjadi peluang yang besar untuk memanfaatkan dunia digital ini. Hal ini diperlukan untuk mempersiapkan era digital karena sangat menantang dan pelik agar kita tidak menjadi korban tapi menjadi aktor bagi dunia digital kita sendiri, ujar dia.

Narasumber lainnya, Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian dan Maritim, Kemenkominfo, Septiana Tangkary, memaparkan bahwa di era ini dikenal IoT dimana artinya internet of thing dimana peralatan kita terhubung dengan internet yang tujuannya untuk cepat digital sehingga mempercepat ekonomi. Dimana artinya smartphone yang kita miliki bisa menggunakan handphonenya bisa mempermudah transformasi digital. Dengan pengguna internet 212,9 juta dimana artinya 50% persen penduduk Indonesia telah tersambung ke internet sebagai bentuk pelayanan publik yang baik. Dengan naiknya pengguna internet maka penggunaan media sosial yang diharapkan mampu  menggunakan media sosial dengan menggunakan media sosialnya untuk kepentingan ekonomi yang memiliki daya jual tinggi. Hal ini disebut Bangga berbelanja di Indonesia serta berpariwisata di Indonesia. Lebih lanjut Kemenkominfo sebagai penggapu fungsi GPR dimana artinya sebagai corong pemerintah untuk program-program yang dimiliki pemerintah. Sekarang ini pemerintah memprioritaskan program IKN dimana kita perlu membranding ke seluruh Indonesia dimana Indonesia bisa. Program 3T pun diprioritaskan agar mampu memberikan persamaan fasilitas yang sama dengan penduduk Indonesia yang lainnya. Salah satu yang perlu dipertimbangkan adalah bonus demografi dengan potensi ekonomi digital Indonesia dimana pada tahun 2030 60% penduduk usia produktif dengan kontribusi ekonomi digital tahun 2020 sebesar 619 T. Hal ini sangat dimungkinkan untuk dicapai karena sudah dipersiapkan program-programnya seperti digital scholarship, yang harapannya agar mendapatkan dampak yang luas di luar negeri.  Usaha UMKM merupakan pahlawan ekonomi, sehingga perlu dipersiapkan karena memang kontribusi UMKM adalah Rp. 8.573,9 T sehingga peluang yang besar bagi UMKM terutama jika menggunakan digital marketing. Pembentukan perubahan pola ekonomi yang dulu konvensional ke yang lebih modern dengan menggunakan platform-platform online dengan menjaga kualitas dari produk barang.  UMKM di Jawa Timur ada sebagainya 9,78 juta unik dimana memiliki banyak produk yang beragam dengan mampu menyerap 97% tenaga kerja UMKM se Jawa Timur dimana sebanyak 50% pelaku UMKM atau 4 juta pelaku UMKM sudah go digital. Berdasar data, hingga 2022 kontribusi UMKM Jawa Timur terhadap PDP sebesar 57,25 persen. Langkah Pemerintah dalam mendukung UMKM adalah Online Single Submission sebagai perizinan tunggal untuk kemudahan UMKM, Sertifikasi Halal dan Pembuatan NIB, Digital Kredit UMKM (digiku), Pasar Digital UMKM, Dana bergulir LPDB-KUMKM, e katalog LKPP. Lebih lanjut, pemerintah mengeluarkan program Gerakan Bangga Buatan Indonesia untuk bangga membeli produk Indonesia harapannya bahwa kita harus bangga memiliki produk buatan Indonesia. Hal ini pemerintah berharap ada peningkatan dari 20,6 juta menjadi 30 kita ketika menggunakan program UMKM Digital. Kementerian Komunikasi dan Informasi bertindak sebagai co-campaign manager pada Kick Off 19 Mei 2023 dan Harvesting Gerakan Nasional cinta produk Indonesia.

Sementara itu, Achmad Maulani, Direktur Institut Kebangsanan mengatakan bahwa pentingnya kita menggunakan media digital untuk pemanfaatan ekonomi dimana ini merupakan akibat dari perubahan zaman. Di Masa depan yang menguasai adalah orang yang menguasai data. Siapa yang menguasai data maka akan menguasai masa depan dimana hal ini merupakan kolaborasi yang berdasar riset. Satu persen orang di dunia hampir separuh kekayaan masyarakat dunia. 100 orang terkaya di dunia menguasai hampir 4 milyar dengan penghasilan diatas rata-rata di seluruh dunia. Zaman dahulu orang yang menguasai aset sehingga hanya mementingkan kekayaan bersifat kapital. Di zaman pertengahan orang yang menguasai adalah mesin dan pabrik yang menandai zaman modern. Dimana ditandai dengan perubahan perebutan pabrik dan mesin. Di masa sekarang terjadi perubahan pola dimana sekarang yang diperebutkan adalah masa data. Hal ini bisa dilihat dengan melihat Google, Facebook, Twitter, Instargram dimana hal ini bisa dilihat dari data yang akan menyambung ke digital marketing yang berdasarkan algoritma yang menyimpulkan data marketing yang kemudian memberikan marketing tailor made untuk penikmatnya. UMKM menjadi penting karena menjadi satu-satunya sektor penyangga pada saat krisis, dimana UMKM keunggulan tidak mensyaratkan modal yang besar. Hal ini ditunjang oleh Indonesia yang menjadi e-commerce yang terbesar di Asia Tenggara. Dimana semua data itu menjadi salah satu kesatuan yang bisa dipergunakan untuk kepentingan e-commerce Indonesia. UMKM ketika ingin naik kelas maka UMKM harus memiliki kemampuan literasi digital mengedukasi diri agar mampu memanfaatkan teknologi dan kemampuan manusia bersifat kritis, kolaborasi dan berkesadaran dalam menggunakan media digital. Salah satu pemanfaatan ada di desa Paku Bulan melakukan kreativitas dan pemberdayaan. Mereka mendirikan toko online dimana mereka menjahit sendiri dan memberdayakan warga sekitar, kemudian di pasarkan di platform marketplace, dengan penghasilan perbulan dengan pendapatan 5 Miliar sebulan. Hal ini harus kita lakukan karena jika tidak, maka kita akan terjebak di lubang hitam dunia digital.

0 Comments:

Posting Komentar