Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Salah satu kecakapan digital yang bisa dimaksimalkan perempuan adalah penggunaan berbagai platform untuk UMKM

[AURABERKAH.INFO] Jakarta - Perkembangan mutakhir perkembangan dunia digital, teknologi yang pesat sudah pada titik yang luar biasa. Dimana dunia ini sangat real jadi maya yang nyata kita akan masuk seolah-olah dunia dimana sudah terjadi pembagian wilayah, lokasi yang akan berdampak pada ekonomi yang akan membawa kekuatan ekonomi baru yang berdasarkan kegiatan ekonomi.

Menurut Anggota Komisi I DPR RI, Muhaimin Iskandar, dalam acara Webinar Forum Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Ditjen IKP Kominfo bekerja sama dengan Komisi I DPR RI, yang bertemakan "Perempuan Cakap Digital : Meraih Peluang dan Menghadapi Tantangan  di Era Digital" Minggu (04/02/2024).


Selain itu menurutnya, ketika kita masuk ke dunia metaform dimana menggunakan uang digital kemudian terjadi transaksi ekonomi. Dunia digital ini didikte oleh produsen teknologi, dimana konsumen teknologi terutama di Indonesia adalah teknologi yang dicicil. Oleh karena itu kita harus bersiap-siap dengan tingkat peningkatan SDM dengan menyediakan kampus dan dunia pendidikan kita, skil dan sumber daya, ujarnya.

 

Negara harus menyediakan anggaran besar untuk hal ini untuk pelaku industri kita sebagai produsen teknologi bukan konsumen teknologi. Selain itu yang dipersiapkan adalah teknologi nya karena harga teknologi ini tidak hanya mahal tetapi juga rumit. Untuk itu pemerintah harus mendukung pemerataan internet agar kita bisa lebih mudah mendapatkan ilmu. Jenis teknologi dan kapasitas teknologi dimana negara harus bersedia untuk membeli teknologi ini agar mampu mengejar ketertinggalan. Yang ketiga adalah inovasi yang berupa kreatifitas yang tergantung kapasitas SDM, jelasnya.


Narasumber berikutnya, Astrid Ramadiah Wijaya, Ketua Tim Informasi dan Komunikasi Hukum dan HAM, memaparkan bahwa, salah satu kecakapan digital yang bisa dimaksimalkan perempuan adalah penggunaan berbagai platform untuk UMKM Perempuan. Selain itu perempuan adalah harta yang berharga bagi Indonesia.  Data dari APJI ternayta tingkat pengguna internet di kota dan desa tidak jauh berbeda dengan pengguna perempuan sendiri adalah 77%. Untuk itulah alasan mengapa sekarang manusia lebih sering melihat gadget daripada membaca, ujarnya.


Media internet bisa menjadi promosi produk atau jual beli barang, hiburan yang positif dan menyampaikan pendapat. Pencapaian pendapat memang benar dijamin oleh Undang-Undang tapi harus berdasarkan fakta. Menyampaikan opini ini harus sesuai data dan fakta serta tidak memancing kegaduhan. Kita juga harus melindungi masyarakat agar bisa melindungi data pribadi dan selanjutnya. Beberapa bulan lagi kita akan menghadapi pemilu sehingga kita sebisa mungkin harus menggunakan hak suara kita agar bisa memilih pemilih yang sesuai dengan keinginan kita, jelasnya.


Selain itu, Gun Gun Siswadi, Pegiat Literasi Digital mengatakan bahwa, peluang dan tantangan perempuan di era digital adalah semakin banyak perempuan berpendidikan dan sadar tentang teknologi digital seperti inovasi teknologi. Data BPS, pengguna internet perempuan pada tahun 2022 sebesar 54,70 persen dan laki-laki 60,40 persen, ujarnya.


Terjadi banjir informasi, masyarakat termasuk perempuan mengonsumsi konten hoax, pornogorafi, radikalisme, perjudian, sara, penipuan dan sebagainya. Literasi digital perempuan masih belum optimal dan produktif. Informasi hoax adalah informasi yang sengaja dibuat untuk disamarkan seperti layaknya kebenaran, membuat emosi tidak stabil, provokasi dan agitasi negatif, pembunuhan karakter. Kemudian disintegrasi bangsa atau dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. 


Pelajari dan pahami ciri-ciri informasi hoax.  Etika dalam bermedsos yaitu jangan menyindir, menghina, melecehkan atau menyerang pribadi seseorang/pihak lain; jangan sombong, angkuh, sok tahu, sok hebat, mereka paling benar, egois, berkata kasar, kotor, dan hal-hal buruk lainnya yang tidak bisa diterima orang; jangan mengekspos hal-hal yang bersifat pribadi, keluarga dan sejenisnya yang bisa membuka peluang orang tidak bertanggung jawab memanfaatkan hal itu; jangan turut menyebarkan suatu berita/informasi yang tidak logis dan belum pasti kebenarannya, karena bisa jadi berita/informasi itu adalah berita bohong (hoax); sampaikan saran/kritik dengan personal message. Jangan lakukan di depan forum karena dapat membuat tersinggung atau rendah diri orang yang dikritik; dan jangan pernah memberikan no telepon, alamat email atau informasi yang bersifat pribadi lainnya milik teman kepada pihak lain tanpa persetujuan teman itu sendiri, jelasnya.


Narasumber selanjutnya, Achmad Maulani, Direktur Institut Kebangsaan menjelaskan bahwa, seluruh lini kehidupan kita seperti ekonomi, budaya dan politik dimana era digital ini memberikan satu jawaban saja dimana era global ini mampu beradaptasi oleh perubahan atau digilas oleh perubahan. Kita berada di dunia yang sudah dilipat sehingga sudah melewati ruang dan waktu, ujarnya.


Selain itu, !edia sosial sudah menjadi kebenaran itu sendiri, era ini sudah menjadi homo digital dimana modern telah menjadi satu dimensi yang artinya hanya menggunakan teknologi yang merupakan satu kebenaran semata. Jika kawan-kawan bisa meramu dan mentransformasi dengan cakap digital di bidang ekonomi itu akan menjadi suatu kekuatan sendiri. Orang yang memiliki data adalah orang yang memiliki masa depan. Destruksi kebudayaan telah merubah cara hidup kita dengan cara politik, sosial dan budaya. Jika kita berusaha untuk lari maka akan digilas tapi kita tidak boleh terjebak, jelasnya.




Memberikan suara dengan baik maka berarti kita melakukan bela negara

[AURABERKAH.INFO] Jakarta - Arus informasi yang kadang menjadi hoax dan mengadu domba. Kita harus terus menerus memanfaatkan informasi untuk kemajuan politik, demokrasi, keamanan bangsa.

Menurut Anggota Komisi I DPR RI, Muhaimin Iskandar, dalam acara Webinar Forum Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Ditjen IKP Kominfo bekerja sama dengan Komisi I DPR RI, yang bertemakan "Kasih Suara Bela Negara" Sabtu (03/02/2024).


Selain itu menurutnya, tentu saja untuk memanfaatkan informasi ini tadi kita butuh literasi digital agar mampu memanfaatkan dengan tepat guna. Mari kita gunakan teknologi informasi untuk mempersatukan bangsa, ujarnya.


Sambutan yang disampaikan, Filmon Leonard Warouw, PIC Program dan Pemantauan Hukum dan HAM, mengatakan bahwa setiap warga negara wajib ikut serta dalam pembelaan negara yang sesuai dengan amanat Pasal 27 UUD 1945 yang tidak hanya menyangkut militer saja tapi juga perilaku sehari-hari. Perilaku bela negara adalah sikap warga negara yang mencinta negara yang sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Hal ini bisa ditunjukan dengan Pemilu 2024, karena dengan ikut pemilu ini bisa menentukan nasib negara 5 tahun kedepan, ujarnya. 


Untuk generasi muda yang mencalonkan diri ke dunia politik dan melindungi negara yang bisa merusak kesatuan NKRI. Generasi muda sebagai agen perubahaan perlu melakukan gerakan untuk perlindungan bangsa. Pesta demokrasi pemilih dari generasi muda memiliki jumlah 56% dari total pemilih dimana ini menjadi tantangan karena membutuhkan literasi politik, logika politik dan penyebaran hoax. Untuk menangkal hoax kita perlu memahami berita dengan memiliki keterampilan yang kritis, analisis dan berkomunikasi internet dan media sosial untuk memilah dan memilih informasi secara bijak, jelasnya.


Narasumber lainnya, Gun Gun Siswadi, Pegiat Literasi Digital, menjelaskan bahwa kita memberikan suara kita di TPS nanti. Untuk itu kita memberikan suara dengan baik dengan bela negara maka kita harus mengetahui tentang pengetahuan bela negara. Tantangan Indonesia saat ini adalah menghadapi era digital dimana digitalisasi ini memasuki di banyak sektor di masyarakat termasuk di bidang politik salah satunya adalah menyerap aspirasi masyarakat dengan mengadakan interaksi melalui media sosial, ujarnya.


Selain itu menurutnya, hal ini menjadi salah satu contoh digitalisasi dunia politik sehingga kita harus beradaptasi karena digitalisasi ini hampir menyeluruh. Selain itu pengguna internet sudah sangat tinggi karena 50% sudah terkoneksi dengan internet dengan pengguna media sosial juga sangat tinggi. Dengan ini kita bisa berinteraksi dengan konstituen kita sehingga kita memperkenalkan visi dan misi kita sebagai anggota dewan. 


Oleh karena itu tantangan menjadi berbeda baik di dunia digital maupun di bela negara. Tantangan tersebut itu antara lain bisa memahami upaya-upaya untuk menyaring informasi sehingga tugas kita adalah memilih informasi itu kita bisa manfaatkan dalam tujuan bela negara. Sehingga kita bisa mengeliminasi paham-paham yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa. Oleh karena itu digitalisasi menjadi penting bagi kita semua, jelasnya.


Selain itu, Moh. Ichwan DS, Pegiat Literasi Digital, mengatakan bahwa pemilu merupakan salah satu perwujudan pelaksanaan demokrasi yang pada prinsipnya diselenggarakan sebagai sarana kedaulatan rakyat, partisipasi untuk memilih pemimpin yang dipercaya rakyat. Dengan asas penyelenggara pemilu yang mandiri, jujur, adil, kepastian hukum, tertib penyelenggaraan, kepentingan umum, keterbukaan, proporsional, akuntabilitas, efisiensi dan efektivitas, ujarnya.


Oleh karena itu kita tidak boleh melakukan main hakim sendiri semua ada prosedurnya sehingga kita harus bisa menggunakan prosedur di dalam penyelenggaran pemilu. Pada saat melakukan kampanye tidak boleh membully tapi harus menggunakan masa kampanye dengan riang gembira. Salah satu contoh adalah cak Imin yang melakukan kegiatan kampanye yang riang gembira dan santun, jelasnya.



Pemerintah harus mendukung pemerataan internet agar kita bisa lebih mudah mendapatkan ilmu

[AURABERKAH.INFO] Jakarta - Di era perkembangan digital yang luar biasa dan sangat cepat dimana teknologi yang ditemukan sudah tidak hanya manual tetapi sudah digital yang faktual. Contoh yang paling mutakhir adalah dunia digital dimana kita bisa berinteraksi seperti dunia biasa.

Menurut Anggota Komisi I DPR RI, Muhaimin Iskandar, dalam acara Webinar Forum Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Ditjen IKP Kominfo bekerja sama dengan Komisi I DPR RI, yang bertemakan "Jaga Keamanan Ruang Digital" Jumat (02/02/2024).


Selain itu menurutnya, saking seperti dunia real, dunia ini benar-benar seperti kehidupan nyata sehari-hari bahkan sampai bisa pacaran di dunia digital. Bahkan sekarang banyak pihak-pihak yang berebut kavling di dunia digital dan juga membangun kantor virtual. Yang paling mengerikan adalah kita harus membayar dengan kartu kredit tanpa memperhatikan kemampuan finansial, ujarnya.


Jika tidak memiliki pengendalian diri yang baik maka bisa berbahaya bagi keamanan finansial kita karena pada akhirnya kita tidak memiliki dana untuk safety net ketika terjadi hal-hal yang emergency. Selain itu yang dipersiapkan adalah teknologi nya karena harga teknologi ini tidak hanya mahal tetapi juga rumit. Untuk itu pemerintah harus mendukung pemerataan internet agar kita bisa lebih mudah mendapatkan ilmu, jelasnya.


Selain itu, Marroli Jeni Indarto, Plt. Direktur I.K Polhukam, memaparkan bahwa , tahun 2024 ini menjadi tahun yang penting bagi Indonesia karena merupakan tahun Pemilu. Dimana secara esensi ini merupakan momentum untuk pendewasaan bangsa dan ujian tentang mengenai seberapa jauh nilai demokrasi yang telah menjadi jati diri bangsa. Pemilu yang merupakan sarana kedaulatan rakyat dimana rakyat bisa memilih pemimpin politik secara langsung, ujarnya.


Dalam Pemilu nilai-nilai demokrasi harus dijalankan untuk menyelesaikan pertikaian secara damai dan sukarela. Serta menjaga kedamaian dalam masa transisi dengan menciptakan keadaan yang bersahabat dan menyenangkan serta saling bekerja sama semua pihak untuk semua masyarakat. Situasi pro dan kontra itu banyak terjadi terutama di media sosial, banyak pengguna menyebar terkait pemilu yang bisa jadi terjadi perbedaan politik. Semua pihak harus ikut berperan dengan pemahaman literasi yang baik agar bisa tercipta pemilu yang damai, jelasnya.


Narasumber berikutnya, Gun Gun Siswadi, Pegiat Literasi Digital, menjelaskan bahwa, tantangan era digital adalah terjadinya banjir informasi dimana banyak masyarakat mengkonsumsi konten hoax, pornografi, radikalisme, perjudian, sara, penipuan dsb. Media sosial menjadi tidak produktif karena digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat, ujarnya.


Tujuan hoax adalah untuk menyulut kebencian, kemarahan dan hasutan kepada orang banyak; provokasi dan agitasi negatif; menimbulkan opini negatif sehingga terjadi disintegrasi bangsa; membentuk persepsi negatif untuk memanipulasi alam pikiran untuk membuat berita bohong/palsu; menghancurkan kepercayaan akan data dan kebenaran. 


Selain itu, ciri-ciri hoax adalah sumber informasi tidak jelas; informasi yang disebar memuat keanehan/ketidakjelasan yang memicu kecemasan, kebencian dan kemarahan; informasi hoax cenderung menggunakan bahasa provokatif; informasi hoax biasanya tidak mencantumkan waktu kejadian atau tanggal informasi tersebut diproduksi, informasi hoax pada umumnya cenderung mendiskreditkan pihak tertentu dan menyampaikan berita yang tidak berimbang, ada ancaman tertentu yang jika pembaca tidak menyebar informasinya, jelasnya.


Narasumber lainnya, Misbahatul Hidayati, Wakil Ketua PW Fatayat NU Jawa Tengah, mengatakan bahwa, memahami literasi digital harus memahami 4 hal antara lain digital skill, digital culture, digital ethics, digital safety. Digital skill adalah kemampuan individu dalam memahami, mengetahui dan menggunakan perangkat keras dan piranti lunak TIK serta sistem operasi digital, ujarnya.


Digital culture adalah pengetahuan dasar akan nilai-nilai Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai landasan kecakapan digital dalam kehidupan berbudaya, berbangsa dan bernegara. Lebih lanjut, digitalisasi kebudayaan menggunakan pemantauan TIK sehingga pengetahuan dasar yang mendorong perilaku mencintai produk dalam negeri dan kegiatan produktif lainnya. Sedang digital ethics adalah kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari, jelasnya.


Di era digital, perempuan telah mengambil bagian aktif dalam berbagai sektor dan memainkan peran yang signifikan dalam berbagai bidang

[AURABERKAH.INFO] Bogor - Perempuan itu tidak memiliki kelemahan-kelemahan untuk menandingi kaum laki-laki. Pada saat pembicara mempekerjakan laki-laki dan perempuan materinya tidak membedakan gaji antara laki-laki dan perempuan.

Menurut Anggota Komisi I DPR RI, Andhika Hasan, dalam acara Webinar Forum Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Ditjen IKP Kominfo bekerja sama dengan Komisi I DPR RI, yang bertemakan "Tantangan Perempuan di Era Digital Meraih Peluang" Kamis (01/02/2024).


Selain itu menurutnya, pada saat beliau tinggal dan bekerja di Australia, beliau tidak melihat adanya perbedaan gaji antara laki-laki dan perempuan. Tapi sayangnya, perbedaan gaji ini tadi sangat umum terjadi di Indonesia. Padahal hal ini adalah bentuk ketidak adilan pendapat gender. Memang terjadi permasalahan pelik karena pada kenyataanya ketika ada keluarga kecil dengan pasangan suami istri dan anak, ketika anaknya sakit sang ibu terpaksa tidak masuk kerja, ujarnya. 


Selain itu ada cuti hamil selama 3 bulan yang gaji-nya harus tetap dibayar. Selain itu juga ada keistimewaan yang lain yaitu pada saat datang bulan, perempuan diperbolehkan untuk istirahat pada hari pertama periode menstruasi. Keterbatasan lain adalah dalam hal-hal pekerjaan berat itu menjadi kelemahan bagi perempuan. Sepertinya terjadi perbedaan pekerjaan gender seperti pekerjaan ke fisik lebih banyak ke laki-laki sedang pekerjaan manajemen dan administrasi banyak ke perempuan. Hal ini menunjukan bahwa kita mengerti dan memperlakukan perempuan dan laki-laki dengan setara dengan memahami keterbatasan ini tadi akan membuat perusahaan bisa berjalan dengan lebih baik, jelasnya.


Narasumber lainnya, Rosarita Niken Widiastuti, Dewan Pengawas Perum PFN memaparkan bahwa, dibalik keberagaman budaya, warna dan suara meriah nusantara, Indonesia menyimpan sebuah kekayaan yang tak kalah gemilang yakni banyaknya usia produktif perempuan yang berperan besar dalam mengukir perjalanan bangsa, ujarnya.


Dalam setiap langkahnya, perempuan Indonesia menorehkan jejak yang membuktikan ketangguhan, kecerdasan dan ketahanan dalam menjalani peran ganda sebagai profesional dan pengelola rumah tangga. Internet telah menjadi pilar utama dalam membentuk berbagai aspek kehidupan kita, membuka pintu menuju transformasi yang signifikan di bidang bisnis, pendidikan, hiburan dan sejumlah bidang lainnya. 


Di era digital, perempuan telah mengambil bagian aktif dalam berbagai sektor dan memainkan peran yang signifikan dalam berbagai bidang. Untuk itu pemerintah membuat UKM Go Online Indonesia merupakan salah satu program pemerintah untuk mendukung para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dalam meningkatkan akses pemasaran efisiensi dan efektivitas operasional lewat platform digital. Pencanangan gerakan 100.000 UMKM Go Online seiring dengan visa Presiden untuk menjadikan Indonesia sebagai Digital Energy of Asia dengan bekerjasama dengan 21 platform digital dengan bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM bersama Kementerian Kominfo, jelasnya.


Selain itu, Alia Maisarah, Founder Yayasan Raushan Fikr, mengatakan bahwa, perempuan melakukan empat saling lima kali lebih banyak waktu untuk menggunakan media sosial dibandingkan dengan pria. Perempuan juga lebih menyukai media sosial untuk menjalin hubungan dengan keluarga dan teman-teman, melewatkan waktu, hiburan, akan tetapi pria lebih menyukai menggunakan media sosial untuk bertemu dengan orang baru, ujarnya.


Pria dan wanita yang mendapatkan pendidikan tinggi akan lebih menyukai menggunakan media sosial dalam menunjang aktivitasnya setiap hari. Literasi digital adalah kecakapan yang tidak hanya melibatkan kemampuan penggunaan perangkat teknologi, informasi dan komunikasi tetapi juga melibatkan kemampuan mempelajari sosialisasi, berpikir kritis, kreatif serta inspiratif sebagai kompetisi digital yang mampu menguasai teknologi literasi digital akan mampu berwirausaha (kuat dalam ekonomi digital) yang pada saatnya dapat bersaing di bidang ekonomi sekarang sampai nanti. 


Dengan ini perempuan Indonesia bisa dimana perempuan tidak takut dengan perkembangan digital dan perempuan Indonesia mampu bertransformasi menjadi perempuan berdaya usaha, memiliki dukungan infrastruktur digital, kemampuan digital skill dan memiliki perlindungan pada keadaan di ruang digital, jelasnya.


Password dan backup data sebaiknya rutin dalam mengecek email ataupun sosial media sebagai alat komunikasi sehari-hari

[AURABERKAH.INFO] Bogor - Permasalahan keamanan digital di Indonesia meskipun sudah ada perangkat dari Kominfo dan Polri dengan menyiapkan cybercrime tetapi tindak pidana yang terjadi dari cyber sangat tinggi.

Menurut Anggota Komisi I DPR RI, Andhika Hasan, dalam acara Webinar Forum Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Ditjen IKP Kominfo bekerja sama dengan Komisi I DPR RI, yang bertemakan "Jaga Keamanan di Ruang Digital" Rabu (31/01/2024).


Selain itu menurutnya, kita perlu berhati-hati dan perangkat hukum beberapa kasus yang terjadi adalah pemilihan presiden Amerika 3 tahun yang lalu. Pada waktu itu ada pertarungan dari Hillary Clinton dan Donald Trump, ketika satu tahun sebelum kampanye dengan dana kampanye yang lebih rendah, cara Donald Trump memenangkan adalah dengan menembus dengan jaringan digital, ujarnya.


Setelah Pemilu di analisa dia menempati Google kemudian google memiliki search engine dan youtube serta membeli aplikasi yang lain. Setiap orang yang masuk dalam aplikasi google dll, Donald Trump mengambil data tentang perilaku pemilih dari hasil tautan yang di klik di google. Dari situ mereka bekerja dengan membordir informasi ke lawan politik dari Demokrat dan Republik dengan biaya yang lebih murah dari Hillary Clinton. Perilaku dari Donald Trump kita hearing terjadi diskusi yang membuat kontroversi, jelasnya.


Selain itu, Sumiati, Tenaga Ahli Dirjen IKP memaparkan bahwa, ruang digital sebenarnya merupakan bagian dari dunia nyata, bukan pengganti yapi dunia maya yang nyata yang sehari-hari kita kunjungi. Tujuan keamanan digital adalah memastikan pengguna layanan digital bisa beraktivitas secara aman dan nyaman. Konten penipuan online 1.730 dengan komposisi 26,05% berkedok krisis keluarga; 27,4% web/app palsu; 29,4% merupakan barang palsu; 33,8% merupakan tautan palsu dan 36,9% berkedok hadiah, ujarnya.


Tantangan digital adalah masih rendahnya literasi digital bagi pengguna TIK, sebagian pengguna TIK beranggapan bahwa semua orang di dunia digital baik-baik saja, semakin canggih TIK, semakin canggih pula metode kejahatan siber, pengguna TIK meninggalkan jejak digital yang susah dihapus, menjadi pintu masuk kejahatan. 


Peran masyarakat adalah dengan sikap peduli dimana mengambil inisiatif memproduksi dan menyebarkan konten-koten kebangsaan berjiwa nasionalisme, mengajak teman dengan berkolaborasi dengan teman-teman yang memiliki kepedulian terhadap bangsa dan negara untuk berkreasi kebangsaan dan melaporkan dengan bersikap peduli dengan melaporkan kepada pihak keamanan bila menemukan hal-hal yang berpotensi menimbulkan keresahan dengan cara yang baik, sopan dan santun, jelasnya


Narasumber lainnya, Daniel Abadi Sihotang, Direktur Wilayah Rumah Milenial Indonesia mengatakan bahwa, generasi milenial merupakan bagian dari generasi digital. Generasi digital tumbuh di tengah era teknologi. Mereka pun hampir tak terpisahkan dari telepon pintar. Pasalnya melalui perangkat tersebut mereka dapat terhubung dengan informasi, hiburan, teman dan keluarga, ujarnya.


Dunia internet dan media sosial bisa menjadi sangat baik dan bisa bermanfaat bagi negara dan bangsa tergantung kepada anak muda. Bahkan kesehatan ruang digital juga ditentukan dari perilaku anak muda. Kebebasan berpendapat artinya adalah masyarakat yang bebas berekspresi, pemilu, lawan hoax, perbedaan pandangan dan bullying. Dengan begitu undang-undang ITE dengan menjaga ruang digital agar tetap sehat, beretika dan produktif. Jaga keamanan identitas KTP, Email, no HP tidak lagi diperlihatkan di ruang publik dengan gampang simpan data pribadi secara offline. 


Selain itu menurutnya, mengenai password dan backup data sebaiknya rutin dalam mengecek email ataupun sosial media sebagai alat komunikasi sehari-hari yang membutuhkan password dan lainnya. Melakukan autentifikasi sebuah verifikasi kepada pengguna sah seperti sidik jari ataupun kode OTP. Rasa ingin tahu di dalam ruang digital, sangat muda dilakukan dengan hanya klik maka bijak dalam penggunaan dan etika pengguna yang cerdas dengan menjadi kunci keamanan di ruang digital, jelasnya.


Rakyat memiliki kuasa dan legitimasi untuk memilih pemimpin dan wakil mereka dengan melindungi hak dan kebebasan warga negara

[AURABERKAH.INFO] Bogor - Golput atau golongan putih selalu diidentikan dengan sikap cuek, apatis atau tidak mau cawe-cawe dengan kondisi politik, akhirnya tidak memilih untuk berangkat ke TPS untuk mencoblos.

Menurut Anggota Komisi I DPR RI, Andhika Hasan, dalam acara Webinar Forum Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Ditjen IKP Kominfo bekerja sama dengan Komisi I DPR RI, yang bertemakan "Tidak Golput Sebagai Salah Satu Wujud Bela Negara" Selasa (30/01/2024).


Selain itu menurutnya, dari tahun ke tahun, golput selalu menjadi persoalan. Karena tidak semua keputusan golput berangkat dari gerakan moral atau idealisme murni. Pemilu pasca reformasi, orang menjadi golput juga bukan karena idealisme tapi kondisi yang memaksa dirinya tidak mencoblos. Angka golput pada Pemilu 2019 termasuk yang terendah dibandingkan dengan pemilu sebelumnya sejak 2004. Badan Pusat Statistik mencatat, jumlah masyarakat yang golput pada tahun 2019 sebanyak 34,75 juta atau sekitar 18,02 persen dari total pemilih yang terdaftar, ujarnya.


Sementara pada tahun 2014 jumlah golput sebanyak 58,61 juta atau 30,22 persen. Meningkatnya keterlibatan masyarakat dalam penyelenggaran Pemilu menunjukan semakin kuatnya tatanan demoktrasi dalam sebuah negara. Dalam berdemokrasi, keterlibatan rakyat dalam setiap penyelenggaraan yang dilakukan negara adalah sebuah keniscayaan (keharusan yang tidak bisa tidak). 


Rakyat menjadi faktor yang sangat penting dalam tatanan demokrasi, karena demokrasi mendasar pada logika persamaan dan gagasan bahwa pemerintahan memerlukan persetujuan dari yang diperintah. Untuk itu, penyelenggaraan pemilu sebagai sarana dalam melaksanakan demokrasi, tentu saja tidak boleh dilepaskan dari adanya keterlibatan masyarakat, jelasnya.


Narasumber lainnya, Rosarita Niken Widiastuti, Dewan Pengawasan Perum PFN, memaparkan bahwa, ancaman terhadap negara merupakan kenyataan yang senantiasa menghadang, baik dari dalam maupun luar. Dalam konteks ini, sejumlah ancaman dapat merusak stabilitas, keamanan, dan kesejahteraan suatu negara. Berikut adalah narasi tentang ancaman terhadap negara, ujarnya.


Sikap perilaku masyarakat yang dijiwai dengan kecintaan kepada NKRI yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 untuk menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Bela negara mengandung empat esensial : kemerdekaan ; kesatuan dan persatuan bangsa ; keutuhan wilayah ; dan nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.



Selain itu, rakyat mengekspresikan kehendak politiknya dan berkontribusi langsung terhadap pembentukan. Rakyat memiliki kuasa dan legitimasi untuk memilih pemimpin dan wakil mereka dengan melindungi hak dan kebebasan warga negara, hak-hak rakyat dihormati dan dijaga oleh pemerintah dengan mencegah otoritarianisme (pemerintah yang otoriter) demokrasi memberikan kontrol dan keseimbangan kekuasaan yang mungkin merugikan hak-hak individu, jelasnya. 


Selain itu, Alia Maisarah, Founder Yayasan Raushan Fikr, mengatakan bahwa, dulu cara memilih pemimpin adalah dengan cara peperangan, pertempuran, persaingan yang tidak manusiawi, siapa yang kuat dialah yang berkuasa. Namun dengan demikian adanya perkembangan peradaban manusia yang semakin modern, pemilih pemimpin dilakukan dengan cara yang bermartabat. Metodenya adalah demokrasi dan instrumen pemilu, ujarnya.


Indonesia salah satu negara yang politiknya menganut sistem demokrasi. Namun, dalam pelaksanaan pemilu di Indonesia, masih terdapat berbagai pelanggaran dan ancaman yang mampu menimbulkan dampak disintegrasi bangsa. Bentuk ancaman yang sering terjadi selama penyelenggaraan pemilu yaitu maraknya berita hoax, adanya praktik-praktik politik uang, kampanye hitam, ujaran kebencian, praktik politik uang, politisasi sara dan berbagai ancaman lainnya. 


Tantangan-tantangan yang dihadapi Indonesia dalam pelaksanaan pemilu diantaranya akibat dari adanya fanatisme yang berlebihan terhadap masing-masing calon. Fanatisme yang berlebihan ini dapat disebabkan oleh adanya kesamaan visi, misi, atau bisa juga karena kesamaan latar belakang suku, agama dan antar golongan yang bersangkutan, jelasnya.


Dunia industri membutuhkan tenaga kerja dengan sikap dan softskill yang baik

[AURABERKAH.INFO] Jakarta - Kebutuhan dunia industri terhadap tenaga kerja muda, cekatan dan terampil sangatlah tinggi. Bukan hanya itu, dunia industri juga membutuhkan tenaga kerja dengan sikap dan softskill yang baik, siap dengan perubahan, inovatif serta memiliki daya tahan tinggi.

Menurut Anggota Komisi I DPR RI, Hasbi Anshory,  dalam acara Webinar Forum Diskusi Publik yang diselenggarakan oleh Ditjen IKP Kominfo bekerja sama dengan Komisi I DPR RI, yang bertemakan "Pendidikan Vokasi" Senin (29/01/2024).


Selain itu menurutnya, definisi dari pendidikan vokasi adalah pendidikan tinggi yang lebih fokus kerja yang dapat menunjang bidang studi tertentu. Pendidikan vokasi merupakan perguruan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian program pendidikan meliputi diploma: D1/Ahli pratama; D2/Ahli muda, D3/Ahli madya dan D4/Sarjana Terapan yang setara dengan program pendidikan akademik strata 1, ujarnya.


Narasumber lainnya, Wiaji , Pranata Humas Ahli Muda, memaparkan bahwa vokasi yang mencakup berbagai bidang dan kesesuaian yang berkaitan dengan kebutuhan pasar kerja. Hal ini memastikan lulusan vokasi memiliki keterampilan yang relevan dan mempersiapkan siswa dalam lingkungan kerja yang dinamis. Pendidikan vokasi tidak hanya membekali keterampilan siswa akan keterampilan teknis tapi juga karakter untuk membentuk rasa tanggung jawab yang kuat, ujarnya.


Pendidikan vokasi membantu pendidikan yang kokoh untuk masa depan. Pendidikan vokasi harus diberikan apresiasi setingginya-setinggi nya sehingga memberikan kontribusi nyata bagi generasi gemilang di masa depan. Jika pengetahuan adalah bahan bakar, masa keterampilan adalah mesin yang menggerakan. Untuk itu pendidikan vokasi sempurna antar keduanya. Jangan meremehkan ketrampilan berkembagan karena pendidikan vokasi bisa membuka peluang, jelasnya.


Selain itu, Ahmad Baidawi, Akademisi Univ. Jambi mengatakan bahwa, fokus pemerintahan - pemerintahan pada tahun 2018 dan 2024 adalah pembangunan kualitas SDM melalui pendidikan vokasi dengan strategi pengembangan pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia dimana dalam mengembangkan pendidikan vokasi terdapat 5 sektor yang menjadi motor ekonomi Indonesia. Terdapat kebijakan dan perubahan mendasar (fundamental) yang harus dilakukan oleh Kementerian atau Lembaga terkait pertama pemenuhan tenaga pengajar vokasi terutama yang memiliki keahlian tertentu (produktif), menyusun kurikulum yang selaras dengan kebutuhan DUDI dan mengacu pada SKKNI, ujarnya. 


Untuk kualitas siswa dimana fokus nya adalah untuk membenahi penyaringan siswa agar yang masuk ke sekolah vokasi adalah siswa yang berkualitas, dengan menggunakan platform digital dalam proses pengajaran dan informasi pasar tenaga kerja. Sedang skema pemagangan melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan vokasi dan DUDI melalui pemagangan. Keterlibatan stakeholder untuk memperkuat keterlibatan asosiasi, industri dan masyarakat dalam pengembangan vokasi. Sedang untuk sarana dan prasarana peralatan praktek yang sesuai dengan kebutuhan DUDI, jelasnya.