Header Ads Widget

Responsive Advertisement

Hasbi Anshory: Memanusiakan hubungan menuntut pikiran dan tindakan berkualitas yang berkelanjutan

[AURABERKAH.INFO] Jakarta - Memanusiakan hubungan bukan hanya soal rasa. Bukan juga tentang pengalaman dan pembelajaran yang menyenangkan saja. Memanusiakan hubungan menuntut pikiran dan tindakan berkualitas yang berkelanjutan.

Menurut Anggota Komisi I DPR RI, Hasbi Anshory dalam acara Ngobrol Bareng Legislator yang bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika RI yang bertema “Memanusiakan Hubungan Dalam Kelas Digital”, Rabu (01/03/2023).

“Ada banyak persoalan pendidikan yang mendesak untuk diselesaikan seperti maraknya kekerasan, absensi guru tinggi, kualitas guru rendah hingga kemampuan membaca yang terbatas. Untuk mengatasi, ada banyak reformasi pendidikan selama beberapa dasawarsa terakhir. Seperti perubahan kurikulum, sertifikasi profesi guru, penguatan pendidikan dan banyak lain. Tapi satu hal yang jarang didiskusikan sungguh-sungguh adalah jantung pendidikan itu sendiri, yakni relasi antar manusia. Karena itu memanusiakan hubungan menjadi hal yang urgen dan mendesak”, kata Hasbi.

Selain itu kata dia, Kelas digital atau biasa disebut dengan kelas maya adalah lawan dari kelas tradisional yang mana dalam kelas tradisional antara pendidik dan peserta didik saling berhadapan secara langsung. Asumsi mendasar dari kelas digital adalah suatu bentuk metode pengajaran yang tidak lagi berbicara ‘papan tulis, kapur’ dan ceramah. Kelas digital menafikan pengetahuan berpusat dari guru. Kelas digital lahir sebagai jawaban dan bentuk penyempurnaan atas kekurangan kelas tradisional.

Alasan penting kelas digital antara lain, pertama interaksi yang lebih luas dan komunikatif membuat peserta didik lebih giat dalam belajar; kedua kelas digital membuka ruang pengetahuan lebih lebar dan transparan; ketiga membuat guru lebih fleksibel dan responsif untuk merampingkan teknik mengajar; keempat ruang kelas digital membuat belajar lebih menghibur, menarik dan menyenangkan bagi peserta didik; kelima kelas digital mampu menjembatani kesenjangan komunikasi antara peserta didik dan orang tua pada saat mereka ada di dalam kelas.

Pendidikan adalah cahaya bangsa dan negara. Kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh pendidikan. Karena itu, penting memanusiakan hubungan dalam proses pendidikan bukan hanya meletakkan rasa hormat kepada guru dan murid.

Narasumber lainnya, Kazawaini, Akademisi STAI Darul Ulum Sarolangun memaparkan bahwa manusia adalah makhluk hidup yang memiliki roh, jasad dan nafsu. Memanusiakan manusia yang berarti manusia tersebut sebisa mungkin memahami beberapa hal seperti keadilan, cinta kasih, penderitaan, tanggung jawab, pandangan hidup, kegelisahan dan harapan.

Sementara itu, Conchita Caroline, Artis, Presenter, Influencer, mengatakan dibangku sekolah, anak anak banyak belajar dari pengalaman, lingkungan dan peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Hal-hal itu pula yang membentuk karakter pada anak hingga ia dewasa. Karena anak tidak hanya tinggal di lingkungan keluarga tapi juga sekolah dan lapisan masyarakat lainnya. Hidup di abad 21 dan berhadapan dengan situasi pendidikan yang juga berevolusi serta beradaptasi, tentunya menjadi tantangan tersendiri dalam pembentukan karakter anak. Khususnya pasca pandemi Covid-19, dimana aktivitas digital lebih marah diberlakukan dalam pola pembelajaran. Pada bulan Maret tahun 2020, Kemendikbud dan KPAI meluncurkan Panduan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dengan metode 5M, yang bertujuan untuk menciptakan ruang digital yang kondusif untuk pengajar dan murid. Dimana fokus dari 5M adalah memanusiakan hubungan, memahami konsep, membangun keberlanjutan, memilih tantangan dan memberdayakan konteks di sekolah. Yang berfokus pada mendorong kolaborasi orangtua, guru dan murid untuk berdaya belajar dalam kegiatan digital. Dua, memastikan anak mendapatkan personalisasi pengalaman belajar yang bermakna, menantang dan sesuai dengan kemampuan serta kebutuhan anak. Perumusan kerangka untuk merancang kurikulum literasi digital Indonesia pada tahun 2020-2024 adalah dengan memiliki kemampuan atas digital skil, digital culture, digital ethnics dan digital safety.

0 Comments:

Posting Komentar